Selasa, 31 Januari 2017

Diminati di Indonesia, Sepatu Kanye West Dijual 6 Kali Lipat Harga Resmi

Sneakers Yeezy Boost 350, hasil kolaborasi Adidas dan Kanye West menjadi incaran fashionista di seluruh dunia. Di Amerika, sneakers hitam dan putih yang dijual dengan harga resmi US$ 200 atau sekitar Rp 2,6 jutaan itu laris terjual hanya dalam 15 menit setelah rilis.

Tak jauh berbeda dengan antusiasme di negara lain, seperti di Eropa atau Kanada yang juga terjual habis kurang dari satu jam. Lantas, bagaimana dengan permintaan di Indonesia?

Di Indonesia hanya sekitar 30 sepatu Yeezy edisi terbatas yang masuk di pasar lokal. Di antaranya ada di dua concept store ternama, yang masing-masing mendapatkan stock 20 dan 10 pasang sepatu.

Para penggemar sneakers yang bisa membelinya pun masih perlu berusaha untuk mendapatkannya. Tak hanya bermodal uang Rp 3 jutaan, tapi juga keberuntungan.

Misalnya saja di Kix Jakarta yang ada di FJL, Kemang, mereka melakukan pengundian dari Instagram. Para calon pembeli diminta mengunggah atau repost foto sneakers Yeezy dan memakai hashtag yang telah diminta. Dari ratusan foto yang masuk, kemudian disaring menjadi 10 orang beruntung yang bisa membeli sneakers Yeezy Boost 350 itu.

Dari harga Rp 3,3 jutaan (harga di Indonesia), permintaan yang besar membuat harga Yeezy melesat naik. Tak tanggung-tanggung sampai Rp 16 jutaan. 

"Saya sebagai reseller. Saya kasih sugest harga Rp 16 juta, tapi dapat 10 persen dari harga jual. Di toko saya ada total tiga sepatu, yang dua sudah laku. Paling cepat laku dua hari," ujar Didit, salah seorang reseller di Indonesia yang menjual sneakers Yeezy.

Dari pernyataan Didit, sneakers ini tak hanya sekadar sepatu namun investasi yang menguntungkan. Diungkapnya, sepatu Yeezy second bahkan laku terjual sampai harga Rp 14,5 jutaan.

Pria 29 tahun itu mengakui sangat sulit untuk mendapatkan stock Yeezy Boost 350. Dirinya mendapatkan sepatu-sepatu itu dari orang-orang yang membelinya saat di concept store lokal dengan harga resmi, dan menjualnya kembali dengan harga tinggi.

Bukan hanya Didit reseller yang menjual sneakers paling dicari saat ini tersebut. Di situs belanja eBay, reseller menawarkan Yeezy mulai dari harga Rp 8 jutaan, bahkan ada yang melelang hingga mencapai harga US$ 10.000 atau sekitar Rp 135 jutaan. Sepatu dengan lelang tertinggi itu dijual dengan ukuran 12, lengkap dengan kotak sepatunya.

https://wolipop.detik.com/read/2015/07/31/181634/2980377/233/diminati-di-indonesia-sepatu-kanye-west-dijual-6-kali-lipat-harga-resmi

Ini Alasan Kenapa Harga Sepatu Adidas Yeezy Bisa Mahal Banget

Kalo kamu suka merhatiin youtuber-youtuber sekarang pasti gak asing lagi sama sepatu Adidas Yeezy. MBDC sempet liat harganya, dan ternyata mahal banget dan ternyata ini yang bikin Adidas Yeezy bisa mahal:

1. Material

Kalau ngeliat materialnya sih mungkin banget harganya mahal. Tapi coba kamu bandingin nih harga reail dan harga tokonya.

2. Harga Retail

Gila ya, harga sepatu sama kayak harga sepeda motor kamu! Ini harga jualnya lho ya, bukan harga beli di toko. Kalau beli di toko sih gak segini mahal.

3. Harga Toko

Nah, harga beli di tokonya ternyata gak semahal itu juga! Cuma dua jutaan, tapi pas dijual lagi harganya bisa sampe 20 kali lipat! Gokils. Bingung kenapa? Nah, ini MBDC jelasin nih.

4. Didesain Sama Kanye West

http://malesbanget.com/2016/11/ini-alasan-kenapa-harga-adidas-yeezy-bisa-mahal-banget/

Kenalan sama Adidas Yeezy, yuk!

Frozzaholics, belakangan ini nama Adidas Yeezy begitu populer dikalangan anak muda, terutama mereka yang gemar menggunakan sepatu berjenis sneaker. Lantas, apa sih sebenarnya Adidas Yeezy itu, lantas apa juga bedanya sampai sepatu ini begitu istimewa?
Tak kenal maka tak sayang! Nah, sebagai bahan Pedekate kamu, perlu diketahui jika Adidas Yeezy merupakan sepatu keluaran adidas, tapi tidak memiliki strip di bagian upernya. Inilah beda sepatu Adidas Yeezy dengan sepatu Adidas lainnya.
Alasannya, Sneakers Yeezy Boost 350 merupakan sepatu hasil kolaborasi antara pihak Adidas dan Kanye West. Sepatu ini begitu ngetren di seluruh dunia. Bahkan di Amerika, sepatu ini sangat diburu para pencinta fashion, walaupun harga jualnya tergolong mahal, yakni USD 200 atau setara Rp 2,6 jutaan.
Bahkan ketika peluncurannya, stok Sneakers Yeezy Boost 350 ini sukses terjual hanya dalam waktu 15 menit. Itu pun masih banyak calon pembeli yang harus gigit jari karena tidak bisa memiliki sepatu yang tersedia dalam berbagai warna ini.
Kondisi serupa pun terjadi di beberapa negara lainnya termasuk Kanada, Eropa dan negara-negara lainnya. Lantas, bagaimana dengan Indonesia?

Cool down, Frozzaholics. Indonesia juga nggak ketinggalan animonya kok.
Nggak jauh beda sama negeri Paman Sam, tanah air kita ini juga ikut dirundung demam Adidas Yeezy. Sayangnya, harganya selangit dan bisa membuat pecinta sneakers sekalipun gigit jari untuk membelinya. Atau minimal berpikir dua kali deh.
Namun menurut beberapa pihak, harga selangit ini wajar, Frozzaholics. Soalnya sneakers sangatlah mungkin buat dijadikan investasi. Dan potensi harganya untuk dilelang sangatlah bagus! Di eBay saja sudah ada yang melelangnya sampai harga 10.000 USD lho! Ajib banget kan?
Bagaimana Frozzaholics, kamu berminat memburu sepatu dengan harga sadis ini?

http://frozzaholic.com/fashion/kenalan-sama-adidas-yeezy-yuk

Adidas Yeezy Boost 350 Review

Dari ribuan orang yang mengikuti raffle adidas Originals Yeezy Boost 350, saya menjadi salah satu dari 30 orang di Indonesia yang beruntung dikasih kesempatan untuk membeli sneaker "hype" hasil kolaborasi kedua adidas Originals & Kanye West ini dengan harga retail.

Karena saya sebenernya penyuka sneaker tipe Purist OG & bukan Hypebeast (canda ah), maka saya akan mereview sneaker ini dari sudut pandang teknis (material, konstruksi, kenyamanan) & estetika (shape, warna, detil). Karena diluar riuh rendahnya, saya percaya sneaker ini punya banyak keunggulan yang layak untuk diganjar harga retail $200.

Material upper Yeezy Boost 350 menggunakan dua panel signature adidas, Primeknit, material khusus berupa rajutan tanpa jahitan, yang disatukan dengan teknik sonic welding (teknik penggabungan dua material dengan gelombang ultrasonic tanpa lem, jahitan, atau bahan penyambung lainnya). Bagian upper ini juga didesain menyerupai moccasin dan sedemekian rupa dirancang untuk menyesuaikan bentuk kaki penggunanya.

Bagian dalam sneaker menggunakan lining Clarino, material fiber hand made buatan pabrikan Jepang, yang menyerupai kulit sintetis. Anti slip. Cem kolor GT Man.

Outsole Yeezy Boost 350 "hanya" menggunakan material EVA berlogo adidas Originals di tengah dan logo Boost di bagian belakang. Sedangkan internal midsole menggunakan bantalan Boost secara penuh untuk kenyamanan pijakan kaki yang maksimal. Divisi bawah sneaker ini dikengkapi dengan insole antimicrobial (berlogo adidas Originals Yeezy) yang bertugas membunuh dan mencegah bakteri berkembang (supaya sneaker ngga bau sikil).

Cukup review untuk segi teknis. Kita lanjut ke segi estetika.
Gabungan upper berwarna abu bercak hitam yang leopard-ish (resminya OG colorway ini disebut Turtle Dove alias Perkutut) dengan sol berwarna putih efektif memberikan kesan premium di sneaker ini. Kesan premium juga muncul dari pull tab yang menggunakan material selvedge-ish dan arch support yang menggunakan premium suede berlogo adidas Originals di sneaker kiri dan YZY di sneaker kanan. Tali sepatu tebal dengan motif yang kontras dengan motif bagian upper sneaker memberi kesan ilusi optik yang stylish. Sedangkan jahitan linear di upper sneaker dari lubang kaki sampai ujung toebox masih menjadi misteri apa fungsinya; memperkuat sambungan dua panel Primeknit atau hanya estetika fashion belaka.

Dan bagian terakhir yang akan saya bahas dari snekaer ini adalah bagian paling diributkan para palapatu: shape.
Ngga aneh kalau banyak yang membandingkan bentuk Yeezy Boost 350 dengan Nike Roshe Run. Karena memang mirip, pun sebenernya siluet sneaker running terkini memang hampir seragam bentuknya (walaupun upper Yeezy Boost 350 berbentuk mocassin, sedangkan Roshe Run berbentuk sepatu lari). Tapi untuk membandingkan dua sneaker ini secara utuh rasanya kurang fair. Yeezy Boost 350 dirancang untuk menjadi sneaker premium (dengan material unggulan dengan desain & detail adi busana untuk menunjang kenyamanan dan penampilan pengguna) sedangkan Roshe Run diciptakan untuk menjadi sneaker murah (dengan nilai lebih untuk performance & style). Kedua rancangan dengan tujuan berbeda tersebut yang membuat shape Yeezy Boost 350, menurut saya, lebih stylish daripada Roshe Run.

Overall harga $200 yang dibandrol untuk Yeezy Boost 350 sebanding dengan nilai performance & style yang diberikan sneaker ini. Patokan gampangnya adalah membandingkan Yeezy Boost 350 dengan Ultra Boost yang merupakan premium performance sneaker adidas yang dibandrol harga $180. Anggap saja $20nya untuk bayar kontrak Kanye West. Itu dari sudut pandang saya yang tipe Purist OG loh.
Walaupun mungkin sebenarnya faktor Kanye West lah yang membuat beberapa tipe Hypebeast rela untuk membeli sneaker ini dengan harga 5 kali lipat harga retailnya.

Sedikit bocoran, konfirmasi ngga resmi dari pihak adidas Indonesia (keceplosan) menyatakan colorway Pirate Black dari model ini akan rilis terbatas bulan Agustus di Indonesia. Sedangkan 2 colorway lainnya masih belum konfirm bakal dirilis di Indonesia atau ngga.

http://indosneakerteam.com/blog/detail/53/adidas-yeezy-boost-350-review

Anti Mati Gaya dengan Bisnis Penyewaan Adidas Yeezy

Lo pastinya tau kan seberapa besar hype Adidas Yeezy Boost, sneakers hasil kolaborasi antara Adidas dan Kanye West. Kecuali jika lo hidup di dalam gua atau bawah tanah dalam beberapa tahun terakhir ini, pastinya lo tau kalo sneakers ini udah jadi wabah dan jadi sepatu yang paling dicari penggemar sneakers.
Faktanya, sneakers yang satu ini emang fenomenal banget. Hampir semua orang, terutama penggemar sneakers benar-benar terobsesi hingga rela mengantri hingga menginap di luar toko dan menguras isi dompet dan kartu kredit mereka hanya demi menjadi pemilik Yeezy. Banyak juga yang rela membeli barang palsu dari sneakers ini demi terlihat kece, keren, dan gaul abis di depan orang-orang. Parahnya, ada selebritis Tanah Air yang kegep pakai Yeezy palsu, loh.
Menanggapi soal barang palsu, Viki lihat hal itu menjadi wajar karena Adidas Yeezy Boost memang langka banget. Sneakers ini jadi produk eksklusif Adidas yang selalu habis terjual saat dirilis. Jadi, jangan berharap bisa menemukan Yeezy di outlet Adidas lagi sebelum ada rilisan yang baru. Lo juga enggak bakal bisa menemukannya dengan “mudah” lewat online seller yang tersebar di internet. Kalaupun ada, psati penjual itu mematok harga yang enggak masuk akal buat ukuran harga sepasang sepatu.
Jadi, apa yang harus lo lakukan ketika lo ngebet banget punya Yeezy tanpa membeli barangnya secara online yang harganya bisa sampai puluhan juta? Ada, kok! Lo enggak perlu ngerampok, minjem duit dari bank, atau jual ginjal. Lo sekarang bisa menyewa Adidas Yeezy Boost.
Serius, guys! enggak cuma rental PS doang, sekarang ada yang namanya rental Yeezy!

Terdapat sebuah perusahaan yang berbasis di Amerika Serikat bernama LSWOP alias Luxury Swop, sebuah perusahaan jasa peminjaman sepatu atau sneakers kelas atas yang memungkinkan lo bergaya kece dengan sneakers keren seperti Adidas Yeezy tanpa perlu membelinya. Sneakers bisa lo gunakan selama 1 hingga 4 hari sebelum lo kembalikan lagi kepada pemiliknya. Cukuplah buat bergaya di depan mantan.
LSWOP didirikan oleh Jinette Cordero dan Jonathan Escoffery. Mereka mendapatkan ide usaha ini sejak 2015, yang kemudian diteruskan dengan soft launch di awal 2016. Perusahaan ini mulai menjadi topik pembicaraan para sneakerhead setelah mereka menyediakan jasa peminjaman Adidas Yeezy Boost 350 V2 "Beluga" yang baru aja dirilis Sabtu, 24 September 2016 (24/9). Enggak cuma Yeezy aja, LSWOP juga menyediakan rental sepatu-sepatu kelas atas lainnya seperti Saint Laurent, Adidas x Rick Owens, Louis Vuitton, dan lainnya.

Harga yang ditawarkan oleh LSWOP mulai dari US$150 (sekitar Rp1,9juta) untuk peminjaman dalam waktu 1 hari. Selain itu, terdapat berbagai paket peminjaman seperti paket US$300 ( sekitar Rp3,9juta) untuk peminjaman 2 sepatu perbulan. Ada juga paket peminjaman 3 sepatu perbulan dengan tarif US$450 ( Rp5,9juta).
Enggak perlu khawatir soal kualitas sepatu atau sneakers yang dimiliki oleh LSWOP. Mereka bakalan terus menjaga kualitas sepatu dengan perawatan kelas atas. Kebijakan lainnya adalah "pelestarian" sepatu, dengan cara menjual sepatu yang kondisinya sudah di bawah 80%, dan menggantinya dengan sepatu baru. Makanya, co-founder LSWOP Jinette Cordero mengatakan kalo pelanggan setianya adalah kalangan selebriti dan public figure yang menjadi penggemar sneakers. "Mereka sebenarnya juga suka membeli sepatu/sneakers, tapi mereka menyukai jasa yang kita berikan." ujar Cordero seperti yang dikutip dari Complex.
Tapi sebenarnya penting banget enggak sih jasa rental sepatu ini?

https://viral.kincir.com/hip/anti-mati-gaya-dengan-bisnis-penyewaan-adidas-yeezy